STUDIUM GENERALE PRODI TASAWUF DAN PSIKOTERAPI

Kediri, 07/09/2021 Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi meluncurkan program kerja dalam bentuk Studium Generale. Dengan mengusung tema “Identifikasi Akhlak Melalui Darah Perspektif Tasawuf” prodi yang kerap disapa TP ini hendak mengintegrasikan dua keilmuan yakni ilmu dalam perspektif medis dan tasawuf.

Kegiatan Studium Generale yang bermula pukul 08.00 hingga 11.30 WIB tersebut berlangsung secara daring (via Zoom App). Meski demikian, materi dan diskusi di dalamnya disambut secara antusias oleh peserta. Terbukti dari jumlah peserta yang secara kuantitas berjumlah ratusan, belum lagi beberapa pertanyaan yang menambah hidupnya suasana forum online tersebut.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri, Dr. H. Moh. Asror Yusuf, M.Ag. dalam Opening Remarks menuturkan, “Acara ini sangat bagus sekali sebab ada usaha ilmiah dari pihak prodi untuk mewujudkan bagaimana keilmuan Tasawuf dan Psikoterapi yang sesungguhnya. Sehingga akan memunculkan perpaduan atau pengintegrasian nilai tasawuf dan psikoterapi melalui kajian dua perspektif, yakni medis dan tasawuf”. “Apalagi mahasiswa TP, harus menjadi percontohan akhlak yang baik sesuai keilmuannya”, tambahnya.

Secara teknis, kajian dalam Studium General tersebut disetting menjadi tiga bagian besar. Pertama, kajian mengenai pola dan karakter darah yang disampaikan oleh dr. Lilik Indrawati, Sp.PK., salah seorang Dokter Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Kedua, kajian akhlak dalam perspektif tasawuf oleh M. Abid Rof’a, S.Ag., dan terakhir korelasi darah dengan akhlak oleh K. Moh. Asy’ari, M.HI.

Secara substansial, kajian tersebut berusaha menemukan titik temu berupa bagaimana pengaruh akhlak terhadap kondisi darah manusia secara medis. Memang terdapat keterkaitan diantara keduanya. Bapak K. Moh. Asy’ari pun mengiyakan hal tersebut dengan konsep keimanan yang membuahkan peningkatan imunitas tubuh serta berbagai akhlak baik yang membuahkan ketenangan, kondisi rileks, dan berujung pada homeostatis (keseimbangan) tubuh yang baik. Ungkapan tersebut didukung dengan penelitian yang pernah dilakukannya selama bertahun-tahun dengan uji laboratorium terhadap sel dalam darah manusia.

Meski demian, menurut dr. Lilik Indrawati, untuk menemukan jawaban yang objektif dan ilmiah masih memerlukan penelitian lanjutan. Barangkali ilmu yang saat ini masih berupa asumsi tidak menutup kemungkinan nantinya akan terbukti. Tentu saja harus melalui berbagai penelitian lanjutan.

Di akhir sesi, Kaprodi Tasawuf dan Psikoterapi, Ibu Yuli Darwati, M.Si. memberikan closing statement bahwa Studium General ini merupakan awal langkah dan new spirit untuk memperdalam kajian tersebut. Ditambah, pihak prodi memiliki work plan berupa pembentukan klinik psikosufistik. Harapan tersebut diaamiinkan seluruh peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *